Kamis, 22 April 2010

Reaksi Pembelahan Inti dan Moderator pada PLTN

AIR SEBAGAI PEMERLAMBAT NEUTRON (MODERATOR)

Seperti telah di sebutkan di atas, panas yang dihasilkan pembelahan, oleh air yang bertekanan 160 atmosfir dan suhu 300 derajat celcius secara terus-menerus dipompakan kedalam reaktor yang melalui pendingin reaktor. Air yang bersirkulasi dalam saluran pendigin ini tidak berfungsi sebagai pendingin saja melainkan juga beretindak sebagai moderator yaitu sebagai medium yang dapat memperlambat neutron.

Neutron akan cepat kehilangan sebagian energinya selama menumbuk atom-atom hidrogen. Setelah kecepatan neutron turun samoai 2000m/detik atau sama dengan kecepatan molekul gas pada suhu 300 derataj celcius, barulah ia mampu membelah inti atom uranium-235. Neutron yang telah diperlambat disebut neutron termal.

REAKSI PEMBELAHAN INTI BERANTAI TERKENDALI

Untuk mendapatkan keluaran termal yang mantap, perlu dijamin agar benyaknye reaksi pembelahan inti yang terjadi dalam teras reaktor dipertahankan pada tingkat tetap, yaitu 2 atau 3 neutron yang dihasilkan dalam reaksi itu hanya satu yang dapat meneruskan reaksi pembelahan.

Neturon lainnya dapat lolos keluar reaktor, atau terserap oleh bagian lainnya tanpa menimbulkan reaksi pembelahan atau diserap oleh batang kendali. Batang kendali dibuat dari bahan-bahan yang dapat menyerap neutron, sehingga jumlah neutron yang menyebabkan reaksi pembelahan dapat dikendalikan dengan mengatur keluar atau masuknya batang kendali kedalam teras reaktor.

Uraian yang dapat disimpulkan adalah :

  • Reaksi pembelahan berantai hanya dimungkinkan apabila ada moderator.
  • Kandungan uranium-235 didalam bahan bakar nuklir maksimum adalah 3,2%. Kandungan ini kecil sekali dan terdistribusi secara merata dalam isotop uranium-235, sehingga tidak mungkin terjadi reaksi pembelahan berantai yang tak terkendali didalamnya.

FISIKA NUKLIR di PLTN

Panas yang di timbulkan sebagai sarana untuk pemanasan dihasilkan dari pembelahan inti atom sbb :
  • Apabila satu neutron (dihasilkan dari sumber neutron) tertangkap oleh satu atom uranium-235, inti atom ini akan terbelah menjadi 2 atau 3 bagian/fragmen. Sebagian energi yang semula mengikat fragment-fragment tersebut masing-masing dalam bentuk energi kinetik, sehingga mereka dapat bergerak dengan kecepatan tinggi. Oleh karena fragmen-fragmen itu bergerak dalam strutur kristal uranium, mereka tidak dapat bergerak jauh dan gerakannya segera diperlambat.
  • Dalam perlambatan ini energi kinetik di rubah menjadi panas (energi termal). Sebagai gambaran dapat dikemukakan bahwa energi termal yang dihasilkan dari reaksi pembelahan 1 kg Uranium-235 murni besarnya adalah 17 milyar kilo kalori, atau setara dengan energi thermal yang dihasilkan dari pembakaran 2,4 juta kg (2400 ton) batubara.
  • Selain fragment tersebut reaksi pembelahan menghasilkan pula 2 atau 3 neutron yang dilepaskan dengan kecepatan lebih besar dari 10.000 km/detik. Neutron ini disebut dengan neutron cepat yang mampu bebas tanpa dirintangi atom-atom uranium atau atom-arom kelongsongnya. Agar mudah ditangkap oleh inti atom uranium guna menghasilkan reaksi pembelahan, kecepatan neutron harus diperlambat. Zat yang dapat memperlambat kecepatan neutron di sebut moderator.

Mengenal lebih jauh PLTN

Masyarakat mengenal pertama kali nuklir yaitu dalam bentuk bom nuklir yang di jatuhkan di Hirosima dan Nagasaki dalam PDII th 1945. Tenaga nuklir yang sangat dahsyat ini dampaknya dapat dirasakan hingga saat ini.

Disamping sebagai senjata pemungkas yang dahsyat, sejak lama dilakukan penelitian untuk penggunaan energi ini secara baik untuk menunjang keberlangsungan dan kesejahteraan umat manusia. Sampai saat ini penggunaan tenaga nuklir, khususnya zat radio aktif telah dipergunakan secara luas dalam berbagai industri seperti kesehatan, pertanian, industri, pertahanan dan keamanan, farmasi dan kedokteran, sebagai pengawet makanan dll. Tenaga nuklir dalam skala besar digunakan sebagai pembangkit tenaga nuklir (PLTN) yang memiliki beberapa keuntungan yaitu biaya yang relatif murah, efisien, aman dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan sebagai tenaga nuklir pertama di gunakan di Rusia (USSR) pada tahun 1954 sebagai satu unit PLTN air ringan bertekanan tinggi (WER = PWR) yang dalam 1th mencapai 5MWe. Pada tahun 1956 di Inggris di kembangkan dengan kapasitas 100MWe dengan jenis Gas Cooled Reactor (GCR = Reaktor Berpendingin Gas).

Hal yang harus di ketahui juga adalah :
  1. Fisika Nuklir di PLTN
  2. Reaksi pembelahan inti dan Moderator di PLTN

Sabtu, 17 April 2010

Solusi Listrik bagi industri, "BLOOM ENERGY"

VIVAnews - Google, eBay, FedEx, Walmart and Coca-Cola merupakan contoh perusahaan yang telah menggunakan pembangkit energi yang pengembangannya merupakan teknologi yang tadinya akan digunakan untuk program ruang angkasa ke planet Mars.

Bloom Energy, perusahaan teknologi asal Silicon Valley, telah membuat teknologi yang mampu mengonversi udara dan bahan bakar menjadi listrik melalui proses kimia yang ramah lingkungan.

Bahan bakar seperti biogas dan bahan bakar alami lainnya dihantarkan melalui anoda, sementara udara dihantarkan lewat katoda. Di antara anoda dan katoda terdapat elektrolit. Ion oksigen kemudian bereaksi dengan bahan bakar untuk memproduksi listrik.

“Selama bertahun tahun, kita mendengar janji-janji bahwa akan ada solusi energi yang baru, terjangkau, dan bersih,” kata John Doerr, salah satu direksi Bloom Energy, seperti VIVAnews kutip dari Irishtimes, 16 April 2010. “Kini Bloom telah menghadirkan teknologi tersebut,” ucapnya.

Bloom Energy dikembangkan oleh Dr K.R Sridhar, seorang professor di bidang aeronautical and mechanical engineering, mantan penasihat NASA. Saat terlibat dalam proyek ke Mars, ia menyadari bahwa teknologi yang sedang mereka kerjakan (menggunakan kombinasi energi surya dan air untuk menyediakan udara dan bahan bakar untuk pergi ke Mars) bisa diterapkan di bumi.

Diproduksi menggunakan material terjangkau (komponen utama pembangkit listrik tersebut adalah ribuan keramik padat yang terbuat dari bubuk serupa pasir), setiap server yang berukuran satu ruang parkir mobil mampu menyediakan daya sebesar 100kw.

Perangkat ini sangat efisien dan mudah diinstalasikan serta dirawat. Selain itu, pembangkit ini juga mampu menyediakan daya secara konstan, tidak seperti pembangkit listrik tenaga angin atau tenaga surya yang tidak selalu ada.

Dibandingkan dengan sumber energi konvensional berbasis fosil, energi ini mampu mereduksi emisi CO2 dari konsumsi daya antara 40 sampai 100 persen. Bloom Energy mengklaim bahkan teknologi mereka 67 persen lebih ramah lingkungan dibanding sumber daya berbasis batu bara.

Setiap unit berkapasitas 100kw disebutkan dapat memasok energi untuk 100 rumah atau kantor berukuran 9100 meter persegi. Semakin besar perusahaan, unit pembangkit listrik bisa ditambahkan. Caranya cukup dengan menambahkan unit baru dan menghubungkan tiap-tiap pembangkit listrik tersebut.

berdasarkan www.gloomenergy.com, benefit yg dapat diperoleh lainnya adalah :


Bloom has a Broader Vision

Historically, businesses have been required to install many different energy technologies to address all their energy needs. To ensure power reliability, they purchased costly backup solutions. For increased power quality, they purchased power conditioning equipment. If they simply wanted clean power, they installed solar panels or purchased Renewable Energy Credits. All individual solutions that solve individual problems.

Bloom is Different

Bloom Energy's versatile fuel cell technology is essentially a flexible energy platform, providing multiple benefits simultaneously for a wide range of applications. In addition to clean, reliable, affordable electricity, Bloom customers can realize a multitude of other advantages:

* Reverse Backup: Businesses often purchase generators and other expensive backup applications that sit idle 99% of the time, while they purchase their electricity from the grid as their primary source. The Bloom solution allows customers to flip that paradigm, by using the Energy Server as their primary power, and only purchasing electricity from the grid to supplement the output when necessary. Increased asset utilization leads to dramatically improved ROI for Bloom Energy's customers.
* Time to Power: The ease of placing Bloom Energy Servers across a broad variety of geographies and customer segments allows systems to be installed quickly, on demand, without the added complexity of cumbersome combined heat and power applications or large space requirements of solar. These systems' environmental footprint enables them to be exempt from local air permitting requirements, thus streamlining the approval process. Fast installation simply requires a concrete pad, a fuel source, and an internet connection.
* DC Power: Bloom systems natively produce DC power, which provides an elegant solution to efficiently power DC data centers and/or be the plug-and-play provider for DC charging stations for electric vehicles.
* Hydrogen Production: Bloom's technology, with its NASA roots, can be used to generate electricity and hydrogen. Coupled with intermittent renewable resources like solar or wind, Bloom’s future systems will produce and store hydrogen to enable a 24 hour renewable solution and provide a distributed hydrogen fueling infrastructure for hydrogen powered vehicles.
* Carbon Sequestration: The electrochemical reaction occurring within Bloom Energy systems generates electricity, heat, some H2O, and pure CO2. Traditionally, the most costly aspect of carbon sequestration is separating the CO2 from the other effluents. The pure CO2 emission allows for easy and cost-effective carbon sequestration from the Bloom systems.

Bloom is proud to deliver one of the most robust and dynamic energy platforms on the market today.


Rabu, 07 April 2010

Prinsip dasar dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pada prinsipnya PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTN (Pembangkit Tenaga Nuklir) mempunyai kesamaan sistem yang banyak. Perbedanya hanyalah pada sumber panas yang dipakai.
PLTU : pembakaran fosil menghasilkan panas yang akan merubah fluida kerja (air) menjadi uap dan uap dialirkan untuk memutar turbin-generator. Jadi panas yang di hasilkan adalah dari proses pembakaran.
PLTN : panas yang diperoleh adalah hasil dari reaksi pembelahan inti atom (fisi ; terkendali) secara berantai.

Berikut beberapa contoh bahan bakar untuk tenaga nuklir, yaitu :

  • Uranium-235 (U-235)
  • Pu-239
  • U-233

Bahan bakar tersebut bersifat fisile (dapat dibelah), pembelahan dilakukan secara terkendali dalam perangkat nuklir yang di sebut Reaktor Nuklir.
Untuk pembelahan fisi dari satu inti U-235 adalah 200MeV. Pembebasan energi panas ini dapat mengambil panas dan panas di konversi menjadi uap dan di gunakan untuk membangkitkan energi listrik. Reaksi pembelahan akan berhenti setelah bahan bakar dalam teras reaktor habis. reaksi fisi ini harus di kendalikan, alat pengendalinya disebut sebagai batang kendali yang berfungsi untuk mengabsorbsi neutron.

Sebagai Contoh :

1 kg U-235 = 8,212 x 1013 joule , sedangkan pembakaran 1 kg batubara = 2,792 x 107 joule.

Reaksi fisi dapat dituliskan sbb :

X + n --> X1 + X2 + (2-3) n + Q

Dimana :
X : bahan dapat di belah (fisile)
n : neutron
X1,2 : hasil reaksi fisi
Q : energi yang dihasilkan

Ada 5 jenis PLTN yang telah menghailkan listrik secara komersial :

  1. Reaktor bertekanan tinggi ( Pressurized Water Reactor, PWR)
  2. Reaktor air mendidih ( Boiling Water Reactor, BWR)
  3. Reaktor air berat ( Pressurized Heavy Water Reactor, PHWR)
  4. Reaktor berpendingin gas (Gas Cooled Reactor, GCR)
  5. Reaktor pembiak cepat ( Fast Breeder Reactor, FBR)

Komponen dasar dari setiap komponen PLTN adalah sama yaitu :

  1. Teras reaktor
  2. Sistem Kendali
  3. Instrumentasi
  4. Bejana tekan berpendingin utama
  5. Pengungkung
  6. Sistem keselamatan
  7. Turbin Uap
  8. Generator Listrik

Proses PLTN yaitu teras reaktor dengan panas yang dihasilkan dari reaksi fisi, panas diambil oleh pendingin utama. Selanjtnya pendingin utama yang panas mendidihkan air untuk menghasilkan uap yang akan digunakan untuk menggerakan turbin dan turbin menggerakan generator.

Prinsip dasar dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pada prinsipnya PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTN (Pembangkit Tenaga Nuklir) mempunyai kesamaan sistem yang banyak. Perbedanya hanyalah pada sumber panas yang dipakai.
PLTU : pembakaran fosil menghasilkan panas yang akan merubah fluida kerja (air) menjadi uap dan uap dialirkan untuk memutar turbin-generator. Jadi panas yang di hasilkan adalah dari proses pembakaran.
PLTN : panas yang diperoleh adalah hasil dari reaksi pembelahan inti atom (fisi ; terkendali) secara berantai.

Berikut beberapa contoh bahan bakar untuk tenaga nuklir, yaitu :

  • Uranium-235 (U-235)
  • Pu-239
  • U-233

Bahan bakar tersebut bersifat fisile (dapat dibelah), pembelahan dilakukan secara terkendali dalam perangkat nuklir yang di sebut Reaktor Nuklir.
Untuk pembelahan fisi dari satu inti U-235 adalah 200MeV. Pembebasan energi panas ini dapat mengambil panas dan panas di konversi menjadi uap dan di gunakan untuk membangkitkan energi listrik. Reaksi pembelahan akan berhenti setelah bahan bakar dalam teras reaktor habis. reaksi fisi ini harus di kendalikan, alat pengendalinya disebut sebagai batang kendali yang berfungsi untuk mengabsorbsi neutron.

Sebagai Contoh :

1 kg U-235 = 8,212 x 1013 joule , sedangkan pembakaran 1 kg batubara = 2,792 x 107 joule.

Reaksi fisi dapat dituliskan sbb :

X + n --> X1 + X2 + (2-3) n + Q

Dimana :
X : bahan dapat di belah (fisile)
n : neutron
X1,2 : hasil reaksi fisi
Q : energi yang dihasilkan

Ada 5 jenis PLTN yang telah menghailkan listrik secara komersial :

  1. Reaktor bertekanan tinggi ( Pressurized Water Reactor, PWR)
  2. Reaktor air mendidih ( Boiling Water Reactor, BWR)
  3. Reaktor air berat ( Pressurized Heavy Water Reactor, PHWR)
  4. Reaktor berpendingin gas (Gas Cooled Reactor, GCR)
  5. Reaktor pembiak cepat ( Fast Breeder Reactor, FBR)

Komponen dasar dari setiap komponen PLTN adalah sama yaitu :

  1. Teras reaktor
  2. Sistem Kendali
  3. Instrumentasi
  4. Bejana tekan berpendingin utama
  5. Pengungkung
  6. Sistem keselamatan
  7. Turbin Uap
  8. Generator Listrik

Proses PLTN yaitu teras reaktor dengan panas yang dihasilkan dari reaksi fisi, panas diambil oleh pendingin utama. Selanjtnya pendingin utama yang panas mendidihkan air untuk menghasilkan uap yang akan digunakan untuk menggerakan turbin dan turbin menggerakan generator.

Pembangkit Energi Listrik sebagai Sistem Global

Gambaran model global Energi-Ekonomi-Lingkungan sbb :

penjelasan :
  1. Sub Model Energi
    • Memberi masukan energi ke sub model ekonomi dan kependudukan
    • Mengeluarkan emisi ke dalam sub lingkungan.

  2. Sub Model Energi
    • Terdiri dari sektor industri dan finansial
    • Memerlukan energi dan tenaga kerja untuk produksi dan ekspor
    • Memberikan barang modal ke sub energi dan kependudukan
    • mengeluarkan emisi ke sub lingkungan

  3. Sub Model Kependudukan
    • Memberikan tenaga kerja ke sub ekonomi dan energi
    • Memperoleh barang konsumsi dari sub ekonomi dan energi
    • mengeluarkan emisi ke sub lingkungan

  4. Sub Model Lingkungan
    • Merupakan dampak dari kegiatan ketiga sub model lainnya
    • Memberikan pengaruh negatif terhadap ketiga sub model lainnya

Kesimpulan dari sistem global ini adalah pembakit energi listrik merupakan bagian dari sub sistem energi yang berinteraksi dengan sub sistem lainnya.

Jumat, 02 April 2010

Sejarah Listrik di Indonesia dari Jaman Belanda s/d Sekarang

Sejarah singkat Hari Listrik Nasional
Ditulis oleh Luthfi Hani
Minggu, 26 Oktober 2008 12:52

Tgl 27 Oktober 2008 adalah peringatan Hari Listrik Nasional ke-63. Ketenagalistrikan di Indonesia sudah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka. Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke 19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.

Ketenagalistrikan untuk kemanfaatan umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda, yaitu NV NIGN, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan tenaga listrik untuk kemanfaatan umum. Pada tahun 1927 Pemerintah Belanda membentuk s'Land Waterkracht Bedrijven (LWB), yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea Lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu, di beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja.

Dengan menyerahnya pemerintah Belanda kepada Jepang dalam Perang Dunia II, maka Indonesia dikuasai Jepang. Oleh karena itu, perusahaan listrik dan gas yang ada diambil alih oleh Jepang dan semua personil dalam perusahaan listrik tersebut diambil alih oleh orang-orang Jepang. Denagn jatuhnya Jepang ke tangan Sekutu, dandiproklamasikannya Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka kesempatan yang baik ini dimanfaatkan oleh Pemuda dan buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai Jepang.

Setelah berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan kekuasaan Jepang, kemudian pada bulan September 1945 suatu delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas menghadap Pimpinan KNI Pusat yang waktu itu diketuai oleh Mr Kasman Singodimedjo untuk melaporkan hasil perjuangan mereka. Selanjutnya Delegasi bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat menghadap Presiden Soekarno, untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan listrik dan gas kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Penyerahan tersebut diterima oleh Presiden Soekarno dan kemudian dengan penetapan Pemerintah No.1 tahun 1945 tertanggal 27 Oktober 1945, dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga.

Dengan adanya agresi Belanda I dan II, sebagian besar perusahaan-perusahaan listrik dikuasai kembali oleh Pemerintah Belanda atau pemiliknya semula. Pegawai-pegawai yang tidak mau nekerjasama kemudian mengungsi dan menggabungkan diri pada kantor-kantor Jawatan Listrik dan Gas di daerah-daerah Republik Indonesia yang bukan daerah pendudukan Belanda untuk meneruskan perjuangan. Selanjutnya, dikeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 163 tanggal 3 Oktober 1953 tentang Nasionalisasi Perusahaan Listrik milik bangsa asing di Indonesia jika waktu konsesinya habis.

Tanggal 27 Oktober 1945 kemudian dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas. Tahun 1975, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, sempat menggabung Hari LIstrik Nasional dengan Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh tanggal 3 Desember. Karena pentingnya semangat dan nilai-nilai hari listrik, maka sejak 1992 Menteri Pertambangan dan Energi menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.

sumber : indonesiapower.co.id

Berkenalan dengan listrik yukk???

Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus searah jika kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif), listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula jika kita hanya memegang saluran negatif.

Dengan listrik arus bolak-balik, Listrik bisa juga mengalir ke bumi (atau lantai rumah). Hal ini disebabkan oleh sistem perlistrikan yang menggunakan bumi sebagai acuan tegangan netral (ground). Acuan ini, yang biasanya di pasang di dua tempat (satu di ground di tiang listrik dan satu lagi di ground di rumah). Karena itu jika kita memegang sumber listrik dan kaki kita menginjak bumi atau tangan kita menyentuh dinding, perbedaan tegangan antara kabel listrik di tangan dengan tegangan di kaki (ground), membuat listrik mengalir dari tangan ke kaki sehingga kita akan mengalami kejutan listrik ("terkena strum").

Listrik dapat disimpan, misalnya pada sebuah aki atau batere. Listrik yang kecil, misalnya yang tersimpan dalam batere, tidak akan memberi efek setrum pada tubuh. Pada aki mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak terlalu besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif batere/aki ke kutub negatif.

Sistem listrik yang masuk ke rumah kita, jika menggunakan sistem listrik 1 fase, biasanya terdiri atas 3 kabel:
  1. Pertama adalah kabel fase yang merupakan sumber listrik bolak-balik (positif dan negatifnya berbolak-balik terus menerus). Kabel ini adalah kabel yang membawa tegangan dari pembangkit tenaga listrik (PLN misalnya); kabel ini biasanya dinamakan kabel panas (hot), dapat dibandingkan seperti kutub positif pada sistem listrik arus searah (walaupun secara fisika adalah tidak tepat).
  2. Kedua adalah kabel netral. Kabel ini pada dasarnya adalah kabel acuan tegangan nol, yang biasanya disambungkan ke tanah di pembangkit tenaga listrik (di kantor PLN misalnya); dapat dibandingkan seperti kutub negatif pada sistem listrik arus searah; jadi jika listrik ingin dialirkan ke lampu misalnya, maka satu kaki lampu harus dihubungkan ke kabel fase dan kaki lampu yang lain dihubungkan ke kabel netral; jika dipegang, kabel netral biasanya tidak menimbulkan efek strum yang berbahaya, namun karena ada kemungkinan perbedaan tegangan antara acuan nol di kantor PLN dengan acuan nol di lokasi kita, ada kemungkinan si pemegang merasakan kejutan listrik. Dalam kejadian-kejadian badai listrik luar angkasa (space electrical storm) yang besar, ada kemungkinan arus akan mengalir dari acuan tanah yang satu ke acuan tanah lain yang jauh letaknya. Fenomena alami ini bisa memicu kejadian mati lampu berskala besar.
  3. Ketiga adalah kabel tanah atau Ground. Kabel ini adalah acuan nol di lokasi pemakai, yang biasanya disambungkan ke tanah di rumah pemakai; kabel ini benar-benar berasal dari logam yang ditanam di tanah dekat rumah kita; kabel ini merupakan kabel pengamanan yang biasanya disambungkan ke badan (chassis) alat2 listrik di rumah untuk memastikan bahwa pemakai alat tersebut tidak akan mengalami kejutan listrik. Walaupun secara teori, acuan nol di rumah (kabel tanah ini) harus sama dengan acuan nol di kantor PLN (kabel netral), kabel tanah seharusnya tidak boleh digunakan untuk membawa arus listrik (misalnya menyambungkan lampu dari kabel fase ke kabel tanah). Tindakan ceroboh seperti ini hanya akan mengundang bahaya karena chassis alat-alat listrik di rumah tersebut mungkin akan memiliki tegangan tinggi dan akan menyebabkan kejutan listrik bagi pemakai lain. Pastikan teknisi listrik anda memasang kabel tanah di sistem listrik di rumah. Pemasang ini penting, karena merupakan syarat mutlak bagi keselamatan anda dari bahaya kejutan listrik yang bisa berakibat fatal dan juga beberapa alat-alat listrik yang sensitif tidak akan bekerja dengan baik jika ada induksi listrik yang muncul di chassisnya (misalnya karena efek arus Eddy).
sumber : wikipedia.org

Apasih : Listrik??? Muatan Listrik ?? Elektron??? Proton??? Magnetisme??? Elektromagnetik???

Apasih Listrik itu?

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
  • Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
  • Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.

Apasih Muatan Listrik itu ?

Muatan listrik, Q, adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Satuan Q adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan).

Apasih Elektron itu ??

Elektron pertama kali ditemukan oleh J.J. Thomson di Laboratorium Cavendish, Universitas Cambridge, pada tahun 1897, pada saat beliau sedang mempelajari "sinar katoda".
Elektron adalah partikel subatomik. Memiliki muatan listrik negatif sebesar -1.6 × 10-19 coulomb, dan massanya 9.10 × 10-31 kg (0.51 MeV/c2).

Elektron umumnya ditulis sebagai e-. Elektron memiliki partikel lawan yang dikenal sebagai positron yang identik dengan dirinya namun bermuatan positif.

Atom tersusun dari inti berupa proton dan neutron serta elektron-elektron yang mengelilingi inti tadi. Elektron sangat ringan jika dibandingkan dengan proton dan neutron. Sebutir proton sekitar 1800 kali lebih berat daripada elektron.

Elektron adalah salah satu dari sekelas partikel subatom yang dikenal dengan lepton yang dipercaya merupakan partikel dasar (yakni, mereka tak dapat dipecah lagi ke dalam bagian yang lebih kecil). Elektron memiliki spin 1/2, artinya elektron merupakan sebuah fermion, dengan kata lain, mematuhi statistik Fermi-Dirac.

Apasih Proton itu???

Dalam fisika, proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1.6 × 10-19 coulomb dan massa 938 MeV (1.6726231 × 10-27 kg, atau sekitar 1800 kali massa sebuah elektron).

Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah proton dan netron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nuklei, nukleus, atau nukleon (bhs Inggris: nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.

Apasih Magnetisme itu??

Dalam fisika, magnetisme adalah salah satu fenomena dimana material mengeluarkan gaya menarik atau menolak pada material lainnya. Beberapa material yang memiliki sifat magnet adalah besi, dan beberapa baja, dan mineral lodestone; namun, seluruh material pasti terpengaruh walaupun sedikit saja oleh kehadiran medan magnet, meskipun dalam kebanyakan kasus pengaruhnya sangat kecil untuk dideteksi tanpa alat khusus.

Gaya magnet adalah gaya dasar yang terjadi karena gerakan muatan listrik. Persamaan Maxwell menjelaskan awal dan sifat dari medan yang mengatur gaya-gaya tersebut (lihat hukum Biot-Savart). Oleh karena itu, magnetisme terlihat ketika partikel bermuatan dalam gerak. Ini dapat terjadi baik dari gerakan elektron dalam sebuah arus litrik, menghasilkan "elektromagnetisme", atau dari gerakan orbital mekanika-kuantum (tidak ada gerakan orbital elektron sekitar nukleus seperti planet sekitar matahari, tetapi ada "kecepatan elektron efektiv") dan spin dari elektron, menghasilkan apa yang dikenal sebagai "magnet permanen".

Apasih Elektromagnetik itu ???
Elektromagnetisme adalah cabang fisika tentang medan elektromagnetik yang mempelajari mengenai medan listrik dan medan magnet. Medan listrik dapat diproduksi oleh muatan listrik statik, dan dapat memberikan kenaikan pada gaya listrik. Medan magnet dapat diproduksi oleh gerakan muatan listrik, seperti arus listrik yang mengalir di sepanjang kabel dan memberikan kenaikan pada gaya magnetik.

Istilah "elektromagnetisme" berasal dari kenyataan bahwa medan listrik dan medan magnet adalah saling "berpelintiran"/terkait, dan dalam banyak hal, tidak mungkin untuk memisahkan keduanya. Contohnya, perubahan dalam medan magnet dapat memberikan kenaikan kepada medan listrik; yang merupakan fenomena dari induksi elektromagnetik, dan merupakan dasar dari operasi generator listrik, motor induksi, dan transformer.

Istilah elektrodinamika kadangkala digunakan untuk menunjuk kepada kombinasi dari elektromagnetisme dengan mekanika. Subjek ini berkaitan dengan efek dari medan elektromagnetik dalam sifat mekanika dari partikel yang bermuatan listrik.

Kamus Listrik Rangking

 

Site Info


Google Sitemap Generator
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Engineering Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Kamus Listrik Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template