Tampilkan postingan dengan label Pembangkitan Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangkitan Listrik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2011

Pembangkit listrik tenaga angin

Pemenuhan energi listrik untuk berbagai kebutuhan saat ini dirasakan masih sangat tergantung pada sumberdaya energi tak terbarukan yang relatif semakin terbatas.

Oleh karena itu dimasa mendatang pemanfaatan sumberdaya energi terbarukan merupakan alternatif yang perlu terus dikembangkan agar dapat mencapai daerah perdesaan sekalipun daerah tersebut terpencil.

Pemanfaatan Energi Listrik Terbarukan dan Ramah Lingkungan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perdesaan.

Penerapan pembangkit listrik tenaga angin [ energi terbarukan ] akan dikembangkan di daerah terpencil, terutama di pegunungan dan di pulau-pulau yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN.

Saat ini 30 persen daerah terpencil belum terjangkau listrik PLN. Pelaksanaan program kelistrikan diutamakan di kawasan timur Indonesia. Energi terbarukan yang akan dimanfaatkan adalah energi angin dan mikro hidro.

  1. Bioethanol.
    Di tahun 1990-an, bioethanol di Brazil telah menggantikan 50% kebutuhan bensin.

  2. Biodiesel.
    Biodiesel telah digunakan di beberapa negara, seperti Brazil dan Amerika, sebagai pengganti solar.

  3. Tenaga Angin.
    Pembangkit listrik tenaga angin sebagai jenis pembangkitan energi dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia dewasa ini.
    Saat ini kapasitas total pembangkit listrik yang berasal dari tenaga angin untuk Indonesia dengan estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 m/s / 12 Km/jam, 6.7 knot/jam turbin skala kecil lebih cocok digunakan, di daerah pesisir, pegunungan, dataran.
    Perlu diketahui bahwa kecepatan angin bersifat fluktuatif, sehingga pada daerah yang memiliki kecepatan angin rata-rata 3 m/s, akan terdapat pada saat-saat dimana kecepatan anginnya lebih besar dari 3 m/s - pada saat inilah turbin angin dengan cut-in win speed 3 m/s akan bekerja.
    Selain untuk pembangkitan listrik, turbin angin sangat cocok untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan, seperti untuk keperluan irigasi, aerasi tambak ikan, dsb.

  4. Tenaga Panas Bumi.
    Indonesia diperkirakan memiliki cadangan tenaga panas bumi tak kurang dari 27 GW. Pemanfaatan tenaga panas bumi di Indonesia masih sangat rendah, yakni sekitar 3%.

  5. Mikrohidro.
    Mikrohidro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil.

  6. Tenaga Surya.
    Energi yang berasal dari radiasi matahari?namun harganya sangat mahal.

  7. Tenaga Panas Bumi.
    Sebagai negara yang terletak di daerah ring of fire, Indonesia memiliki cadangan tenaga panas bumi yg besar.

  8. Kesimpulan.
    Krisis energi saat ini sekali lagi mengajarkan kepada bangsa Indonesia bahwa usaha serius dan sistematis untuk mengembangkan dan menerapkan sumber energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil perlu segera dilakukan.


Sumber : http://www.kincirangin.info/

Kamis, 22 April 2010

Reaksi Pembelahan Inti dan Moderator pada PLTN

AIR SEBAGAI PEMERLAMBAT NEUTRON (MODERATOR)

Seperti telah di sebutkan di atas, panas yang dihasilkan pembelahan, oleh air yang bertekanan 160 atmosfir dan suhu 300 derajat celcius secara terus-menerus dipompakan kedalam reaktor yang melalui pendingin reaktor. Air yang bersirkulasi dalam saluran pendigin ini tidak berfungsi sebagai pendingin saja melainkan juga beretindak sebagai moderator yaitu sebagai medium yang dapat memperlambat neutron.

Neutron akan cepat kehilangan sebagian energinya selama menumbuk atom-atom hidrogen. Setelah kecepatan neutron turun samoai 2000m/detik atau sama dengan kecepatan molekul gas pada suhu 300 derataj celcius, barulah ia mampu membelah inti atom uranium-235. Neutron yang telah diperlambat disebut neutron termal.

REAKSI PEMBELAHAN INTI BERANTAI TERKENDALI

Untuk mendapatkan keluaran termal yang mantap, perlu dijamin agar benyaknye reaksi pembelahan inti yang terjadi dalam teras reaktor dipertahankan pada tingkat tetap, yaitu 2 atau 3 neutron yang dihasilkan dalam reaksi itu hanya satu yang dapat meneruskan reaksi pembelahan.

Neturon lainnya dapat lolos keluar reaktor, atau terserap oleh bagian lainnya tanpa menimbulkan reaksi pembelahan atau diserap oleh batang kendali. Batang kendali dibuat dari bahan-bahan yang dapat menyerap neutron, sehingga jumlah neutron yang menyebabkan reaksi pembelahan dapat dikendalikan dengan mengatur keluar atau masuknya batang kendali kedalam teras reaktor.

Uraian yang dapat disimpulkan adalah :

  • Reaksi pembelahan berantai hanya dimungkinkan apabila ada moderator.
  • Kandungan uranium-235 didalam bahan bakar nuklir maksimum adalah 3,2%. Kandungan ini kecil sekali dan terdistribusi secara merata dalam isotop uranium-235, sehingga tidak mungkin terjadi reaksi pembelahan berantai yang tak terkendali didalamnya.

FISIKA NUKLIR di PLTN

Panas yang di timbulkan sebagai sarana untuk pemanasan dihasilkan dari pembelahan inti atom sbb :
  • Apabila satu neutron (dihasilkan dari sumber neutron) tertangkap oleh satu atom uranium-235, inti atom ini akan terbelah menjadi 2 atau 3 bagian/fragmen. Sebagian energi yang semula mengikat fragment-fragment tersebut masing-masing dalam bentuk energi kinetik, sehingga mereka dapat bergerak dengan kecepatan tinggi. Oleh karena fragmen-fragmen itu bergerak dalam strutur kristal uranium, mereka tidak dapat bergerak jauh dan gerakannya segera diperlambat.
  • Dalam perlambatan ini energi kinetik di rubah menjadi panas (energi termal). Sebagai gambaran dapat dikemukakan bahwa energi termal yang dihasilkan dari reaksi pembelahan 1 kg Uranium-235 murni besarnya adalah 17 milyar kilo kalori, atau setara dengan energi thermal yang dihasilkan dari pembakaran 2,4 juta kg (2400 ton) batubara.
  • Selain fragment tersebut reaksi pembelahan menghasilkan pula 2 atau 3 neutron yang dilepaskan dengan kecepatan lebih besar dari 10.000 km/detik. Neutron ini disebut dengan neutron cepat yang mampu bebas tanpa dirintangi atom-atom uranium atau atom-arom kelongsongnya. Agar mudah ditangkap oleh inti atom uranium guna menghasilkan reaksi pembelahan, kecepatan neutron harus diperlambat. Zat yang dapat memperlambat kecepatan neutron di sebut moderator.

Mengenal lebih jauh PLTN

Masyarakat mengenal pertama kali nuklir yaitu dalam bentuk bom nuklir yang di jatuhkan di Hirosima dan Nagasaki dalam PDII th 1945. Tenaga nuklir yang sangat dahsyat ini dampaknya dapat dirasakan hingga saat ini.

Disamping sebagai senjata pemungkas yang dahsyat, sejak lama dilakukan penelitian untuk penggunaan energi ini secara baik untuk menunjang keberlangsungan dan kesejahteraan umat manusia. Sampai saat ini penggunaan tenaga nuklir, khususnya zat radio aktif telah dipergunakan secara luas dalam berbagai industri seperti kesehatan, pertanian, industri, pertahanan dan keamanan, farmasi dan kedokteran, sebagai pengawet makanan dll. Tenaga nuklir dalam skala besar digunakan sebagai pembangkit tenaga nuklir (PLTN) yang memiliki beberapa keuntungan yaitu biaya yang relatif murah, efisien, aman dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan sebagai tenaga nuklir pertama di gunakan di Rusia (USSR) pada tahun 1954 sebagai satu unit PLTN air ringan bertekanan tinggi (WER = PWR) yang dalam 1th mencapai 5MWe. Pada tahun 1956 di Inggris di kembangkan dengan kapasitas 100MWe dengan jenis Gas Cooled Reactor (GCR = Reaktor Berpendingin Gas).

Hal yang harus di ketahui juga adalah :
  1. Fisika Nuklir di PLTN
  2. Reaksi pembelahan inti dan Moderator di PLTN

Sabtu, 17 April 2010

Solusi Listrik bagi industri, "BLOOM ENERGY"

VIVAnews - Google, eBay, FedEx, Walmart and Coca-Cola merupakan contoh perusahaan yang telah menggunakan pembangkit energi yang pengembangannya merupakan teknologi yang tadinya akan digunakan untuk program ruang angkasa ke planet Mars.

Bloom Energy, perusahaan teknologi asal Silicon Valley, telah membuat teknologi yang mampu mengonversi udara dan bahan bakar menjadi listrik melalui proses kimia yang ramah lingkungan.

Bahan bakar seperti biogas dan bahan bakar alami lainnya dihantarkan melalui anoda, sementara udara dihantarkan lewat katoda. Di antara anoda dan katoda terdapat elektrolit. Ion oksigen kemudian bereaksi dengan bahan bakar untuk memproduksi listrik.

“Selama bertahun tahun, kita mendengar janji-janji bahwa akan ada solusi energi yang baru, terjangkau, dan bersih,” kata John Doerr, salah satu direksi Bloom Energy, seperti VIVAnews kutip dari Irishtimes, 16 April 2010. “Kini Bloom telah menghadirkan teknologi tersebut,” ucapnya.

Bloom Energy dikembangkan oleh Dr K.R Sridhar, seorang professor di bidang aeronautical and mechanical engineering, mantan penasihat NASA. Saat terlibat dalam proyek ke Mars, ia menyadari bahwa teknologi yang sedang mereka kerjakan (menggunakan kombinasi energi surya dan air untuk menyediakan udara dan bahan bakar untuk pergi ke Mars) bisa diterapkan di bumi.

Diproduksi menggunakan material terjangkau (komponen utama pembangkit listrik tersebut adalah ribuan keramik padat yang terbuat dari bubuk serupa pasir), setiap server yang berukuran satu ruang parkir mobil mampu menyediakan daya sebesar 100kw.

Perangkat ini sangat efisien dan mudah diinstalasikan serta dirawat. Selain itu, pembangkit ini juga mampu menyediakan daya secara konstan, tidak seperti pembangkit listrik tenaga angin atau tenaga surya yang tidak selalu ada.

Dibandingkan dengan sumber energi konvensional berbasis fosil, energi ini mampu mereduksi emisi CO2 dari konsumsi daya antara 40 sampai 100 persen. Bloom Energy mengklaim bahkan teknologi mereka 67 persen lebih ramah lingkungan dibanding sumber daya berbasis batu bara.

Setiap unit berkapasitas 100kw disebutkan dapat memasok energi untuk 100 rumah atau kantor berukuran 9100 meter persegi. Semakin besar perusahaan, unit pembangkit listrik bisa ditambahkan. Caranya cukup dengan menambahkan unit baru dan menghubungkan tiap-tiap pembangkit listrik tersebut.

berdasarkan www.gloomenergy.com, benefit yg dapat diperoleh lainnya adalah :


Bloom has a Broader Vision

Historically, businesses have been required to install many different energy technologies to address all their energy needs. To ensure power reliability, they purchased costly backup solutions. For increased power quality, they purchased power conditioning equipment. If they simply wanted clean power, they installed solar panels or purchased Renewable Energy Credits. All individual solutions that solve individual problems.

Bloom is Different

Bloom Energy's versatile fuel cell technology is essentially a flexible energy platform, providing multiple benefits simultaneously for a wide range of applications. In addition to clean, reliable, affordable electricity, Bloom customers can realize a multitude of other advantages:

* Reverse Backup: Businesses often purchase generators and other expensive backup applications that sit idle 99% of the time, while they purchase their electricity from the grid as their primary source. The Bloom solution allows customers to flip that paradigm, by using the Energy Server as their primary power, and only purchasing electricity from the grid to supplement the output when necessary. Increased asset utilization leads to dramatically improved ROI for Bloom Energy's customers.
* Time to Power: The ease of placing Bloom Energy Servers across a broad variety of geographies and customer segments allows systems to be installed quickly, on demand, without the added complexity of cumbersome combined heat and power applications or large space requirements of solar. These systems' environmental footprint enables them to be exempt from local air permitting requirements, thus streamlining the approval process. Fast installation simply requires a concrete pad, a fuel source, and an internet connection.
* DC Power: Bloom systems natively produce DC power, which provides an elegant solution to efficiently power DC data centers and/or be the plug-and-play provider for DC charging stations for electric vehicles.
* Hydrogen Production: Bloom's technology, with its NASA roots, can be used to generate electricity and hydrogen. Coupled with intermittent renewable resources like solar or wind, Bloom’s future systems will produce and store hydrogen to enable a 24 hour renewable solution and provide a distributed hydrogen fueling infrastructure for hydrogen powered vehicles.
* Carbon Sequestration: The electrochemical reaction occurring within Bloom Energy systems generates electricity, heat, some H2O, and pure CO2. Traditionally, the most costly aspect of carbon sequestration is separating the CO2 from the other effluents. The pure CO2 emission allows for easy and cost-effective carbon sequestration from the Bloom systems.

Bloom is proud to deliver one of the most robust and dynamic energy platforms on the market today.


Rabu, 07 April 2010

Prinsip dasar dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pada prinsipnya PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTN (Pembangkit Tenaga Nuklir) mempunyai kesamaan sistem yang banyak. Perbedanya hanyalah pada sumber panas yang dipakai.
PLTU : pembakaran fosil menghasilkan panas yang akan merubah fluida kerja (air) menjadi uap dan uap dialirkan untuk memutar turbin-generator. Jadi panas yang di hasilkan adalah dari proses pembakaran.
PLTN : panas yang diperoleh adalah hasil dari reaksi pembelahan inti atom (fisi ; terkendali) secara berantai.

Berikut beberapa contoh bahan bakar untuk tenaga nuklir, yaitu :

  • Uranium-235 (U-235)
  • Pu-239
  • U-233

Bahan bakar tersebut bersifat fisile (dapat dibelah), pembelahan dilakukan secara terkendali dalam perangkat nuklir yang di sebut Reaktor Nuklir.
Untuk pembelahan fisi dari satu inti U-235 adalah 200MeV. Pembebasan energi panas ini dapat mengambil panas dan panas di konversi menjadi uap dan di gunakan untuk membangkitkan energi listrik. Reaksi pembelahan akan berhenti setelah bahan bakar dalam teras reaktor habis. reaksi fisi ini harus di kendalikan, alat pengendalinya disebut sebagai batang kendali yang berfungsi untuk mengabsorbsi neutron.

Sebagai Contoh :

1 kg U-235 = 8,212 x 1013 joule , sedangkan pembakaran 1 kg batubara = 2,792 x 107 joule.

Reaksi fisi dapat dituliskan sbb :

X + n --> X1 + X2 + (2-3) n + Q

Dimana :
X : bahan dapat di belah (fisile)
n : neutron
X1,2 : hasil reaksi fisi
Q : energi yang dihasilkan

Ada 5 jenis PLTN yang telah menghailkan listrik secara komersial :

  1. Reaktor bertekanan tinggi ( Pressurized Water Reactor, PWR)
  2. Reaktor air mendidih ( Boiling Water Reactor, BWR)
  3. Reaktor air berat ( Pressurized Heavy Water Reactor, PHWR)
  4. Reaktor berpendingin gas (Gas Cooled Reactor, GCR)
  5. Reaktor pembiak cepat ( Fast Breeder Reactor, FBR)

Komponen dasar dari setiap komponen PLTN adalah sama yaitu :

  1. Teras reaktor
  2. Sistem Kendali
  3. Instrumentasi
  4. Bejana tekan berpendingin utama
  5. Pengungkung
  6. Sistem keselamatan
  7. Turbin Uap
  8. Generator Listrik

Proses PLTN yaitu teras reaktor dengan panas yang dihasilkan dari reaksi fisi, panas diambil oleh pendingin utama. Selanjtnya pendingin utama yang panas mendidihkan air untuk menghasilkan uap yang akan digunakan untuk menggerakan turbin dan turbin menggerakan generator.

Prinsip dasar dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pada prinsipnya PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTN (Pembangkit Tenaga Nuklir) mempunyai kesamaan sistem yang banyak. Perbedanya hanyalah pada sumber panas yang dipakai.
PLTU : pembakaran fosil menghasilkan panas yang akan merubah fluida kerja (air) menjadi uap dan uap dialirkan untuk memutar turbin-generator. Jadi panas yang di hasilkan adalah dari proses pembakaran.
PLTN : panas yang diperoleh adalah hasil dari reaksi pembelahan inti atom (fisi ; terkendali) secara berantai.

Berikut beberapa contoh bahan bakar untuk tenaga nuklir, yaitu :

  • Uranium-235 (U-235)
  • Pu-239
  • U-233

Bahan bakar tersebut bersifat fisile (dapat dibelah), pembelahan dilakukan secara terkendali dalam perangkat nuklir yang di sebut Reaktor Nuklir.
Untuk pembelahan fisi dari satu inti U-235 adalah 200MeV. Pembebasan energi panas ini dapat mengambil panas dan panas di konversi menjadi uap dan di gunakan untuk membangkitkan energi listrik. Reaksi pembelahan akan berhenti setelah bahan bakar dalam teras reaktor habis. reaksi fisi ini harus di kendalikan, alat pengendalinya disebut sebagai batang kendali yang berfungsi untuk mengabsorbsi neutron.

Sebagai Contoh :

1 kg U-235 = 8,212 x 1013 joule , sedangkan pembakaran 1 kg batubara = 2,792 x 107 joule.

Reaksi fisi dapat dituliskan sbb :

X + n --> X1 + X2 + (2-3) n + Q

Dimana :
X : bahan dapat di belah (fisile)
n : neutron
X1,2 : hasil reaksi fisi
Q : energi yang dihasilkan

Ada 5 jenis PLTN yang telah menghailkan listrik secara komersial :

  1. Reaktor bertekanan tinggi ( Pressurized Water Reactor, PWR)
  2. Reaktor air mendidih ( Boiling Water Reactor, BWR)
  3. Reaktor air berat ( Pressurized Heavy Water Reactor, PHWR)
  4. Reaktor berpendingin gas (Gas Cooled Reactor, GCR)
  5. Reaktor pembiak cepat ( Fast Breeder Reactor, FBR)

Komponen dasar dari setiap komponen PLTN adalah sama yaitu :

  1. Teras reaktor
  2. Sistem Kendali
  3. Instrumentasi
  4. Bejana tekan berpendingin utama
  5. Pengungkung
  6. Sistem keselamatan
  7. Turbin Uap
  8. Generator Listrik

Proses PLTN yaitu teras reaktor dengan panas yang dihasilkan dari reaksi fisi, panas diambil oleh pendingin utama. Selanjtnya pendingin utama yang panas mendidihkan air untuk menghasilkan uap yang akan digunakan untuk menggerakan turbin dan turbin menggerakan generator.

Pembangkit Energi Listrik sebagai Sistem Global

Gambaran model global Energi-Ekonomi-Lingkungan sbb :

penjelasan :
  1. Sub Model Energi
    • Memberi masukan energi ke sub model ekonomi dan kependudukan
    • Mengeluarkan emisi ke dalam sub lingkungan.

  2. Sub Model Energi
    • Terdiri dari sektor industri dan finansial
    • Memerlukan energi dan tenaga kerja untuk produksi dan ekspor
    • Memberikan barang modal ke sub energi dan kependudukan
    • mengeluarkan emisi ke sub lingkungan

  3. Sub Model Kependudukan
    • Memberikan tenaga kerja ke sub ekonomi dan energi
    • Memperoleh barang konsumsi dari sub ekonomi dan energi
    • mengeluarkan emisi ke sub lingkungan

  4. Sub Model Lingkungan
    • Merupakan dampak dari kegiatan ketiga sub model lainnya
    • Memberikan pengaruh negatif terhadap ketiga sub model lainnya

Kesimpulan dari sistem global ini adalah pembakit energi listrik merupakan bagian dari sub sistem energi yang berinteraksi dengan sub sistem lainnya.

Kamis, 25 Februari 2010

PLTU 10.000 MW dan PLTU-PLTU di Indonesia

Program PLTU 10.000 MW

Untuk mempercepat ketersediaan listrik PLN membuat program untuk membuat 35 PLTU dengan total tenaga 10.000 MW. Ketiga puluh lima PLTU tersebut tersebar di jawa dan luar jawa. Untuk Jawa dibangun 10 buah PLTU, rinciannya sebagai berikut :[1]

No Pembangkit Tempat Kapasitas Keterangan
[1] PLTU 1 Banten Suralaya 1 x 625 MW PLTU Batubara seharga US $ 428,794,037 yg menghemat BBM /tahun Rp.4,3 Triliun & menyerap tenaga kerja masa konstruksi 2.500 orang[2]
2 PLTU 2 Banten Labuhan 2 x 300 MW PLTU Batubara seharga US $ 492,940,279 yg menghemat BBM /tahun Rp.4,15 Triliun & menyerap tenaga kerja masa konstruksi 1.700 orang
3 PLTU 3 Banten Lontar 3 x 315 MW
4 PLTU 1 Jawa Barat Indramayu 3 x 330 MW
5 PLTU 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu 3 x 350 MW
6 PLTU 1 Jawa Tengah Rembang 2 x 315 MW PLTU Batubara seharga US $ 558.005.559 yg menghemat BBM /tahun Rp.4,15 Triliun & menyerap tenaga kerja masa konstruksi 1.700 orang
7 PLTU 2 Jawa Tengah Cilacap 1 x 600 MW
8 PLTU 1 Jawa Timur Pacitan 2 x 315 MW
9 PLTU 2 Jawa Timur Paiton 1 x 660 MW PLTU Batubara seharga US $ 466.257.004 yg menghemat BBM /tahun Rp.4,4 Triliun & menyerap tenaga kerja masa konstruksi 1.700 orang
10 PLTU 3 Jawa Timur Tj. Awar–Awar Tuban 2 x 350 MW Selengkapnya Lihat di [3]
11 PLTU Tanjung Jati B Jepara 2 x 661 MW Selengkapnya lihat di

[4]


Untuk diluar pulau jawa dan bali dibangun 25 PLTU, rinciannya sebagai berikut :

No Pembangkit Kapasitas Keterangan
1 PLTU NAD 2 x 100 MW
2 PLTU 2 Sumatra Utara 2 x 200 MW
3 PLTU Sumatra Barat 2 x 100 MW
4 PLTU 3 Bangka Belitung 2 x 25 MW
5 PLTU 4 Bangka Belitung 2 x 15 MW
6 PLTU 1 Riau 2 x 10 MW
7 PLTU 2 Riau 2 x 7 MW
8 PLTU Kepulauan Riau 2 x 7 MW
9 PLTU Lampung 2 x 100 MW
10 PLTU 1 Kalimantan Barat 2 x 50 MW
11 PLTU 2 Kalimantan Barat 2 x 25 MW
12 PLTU 1 Kalimantan Tengah 2 x 60 MW
13 PLTU Kalimantan Selatan 2 x 65 MW PLTU Asam-asam unit III dan IV
14 PLTU 2 Sulawesi Utara 2 x 25 MW
15 PLTU Sulawesi Tenggara 2 x 10 MW
16 PLTU Sulawesi Selatan 2 x 50 MW
17 PLTU Gorontalo 2 x 25 MW
18 PLTU Maluku 2 x 15 MW
19 PLTU Maluku Utara 2 x 7 MW
20 PLTU 1 NTB 2 x 15 MW
21 PLTU 2 NTB 2 x 25 MW
22 PLTU 1 NTT 2 x 7 MW
23 PLTU 2 NTT 2 x 15 MW
24 PLTU 1 Papua 2 x 7 MW
25 PLTU 2 Papua 2 x 10 MW

sumber : wikipedia

Unit Pembangkitan Listrik di Indonesia

Nama Lokasi Kapasitas Jenis dan jumlah pembangkit
PLTA Angkup Nanggroe Aceh Darussalam ? PLTA
PLTA Bengkok ? PLTA
PLTA Cibadak ? PLTA
PLTA Cikalong ? PLTA
PLTA Cirata ? PLTA
PLTA Jatiluhur ? PLTA
PLTA Lamajan ? PLTA
PLTA Parakan Kondang ? PLTA
PLTA Riam Kanan Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 3 x 10 MW ? PLTA
PLTA Saguling ? PLTA
PLTA Ubrug ? PLTA
PLTG Cikarang ? PLTG
PLTG Plengan ? PLTG
PLTG Sunyaragi ? PLTG
PLTP Dieng Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ? PLTP
PLTP Gunung Salak ? PLTP
PLTP Kamojang ? PLTP
PLTP Wayang Windu Pangalengan, Bandung, Jawa Barat ? PLTP
PLTU Asam-Asam Desa Asam-asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 2 x 65 MW Unit I dan II
PLTU PT Krakatau Daya Listrik Cilegon, Banten 400 MW 5 PLTU
PLTU Paiton Swasta I Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 1230 MW 2 PLTU
PLTU Paiton Swasta II Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 1300 MW 2 PLTU
PLTU Suralaya Banten ? PLTU
Unit Pembangkitan Brantas Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur 281 MW 12 PLTA
Unit Pembangkitan Cirata Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 1.008 MW 8 PLTA
Unit Pembangkitan Gresik Kabupaten Gresik, Jawa Timur 2.280 MW 5 PLTG, 1 PLTU dan 3 PLTGU
Unit Pembangkitan Muara Karang Pluit, Jakarta Utara 1.200 MW 5 PLTU dan 1 PLTGU
Unit Pembangkitan Muara Tawar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 920 MW 2 PLTG dan 3 PLTGU
Unit Pembangkitan Paiton Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 800 MW 2 PLTU
PLTU Lati Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 2 x 7 MW 1 PLTU
Unit Pembangkitan Talang Duku Kabupaten Sekayu, Musi banyuasin, Sumatera Selatan 35 MW

Senin, 08 Februari 2010

Prinsip Pembangkit Tenaga Air ( PLTA )

Pembangkit tinggi tenaga air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi potensial (dari dam atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik(dengan bantuan generator).

Kapasitas PLTA diseluruh dunia ada sekitar 675.000 MW ,setara dengan 3,6 milyar barrel minyak atau sama dengan 24 % kebutuhan listrik dunia yang digunakan oleh lebih 1 milyar orang.

Komponen – kompnen dasar PLTA berupa dam, turbin, generator dan transmisi.

Dam berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin memerlukan pasokan air yang cukup dan stabil. Selain itu dam juga berfungsi untuk pengendalian banjir. contoh waduk Jatiluhur yang berkapasitas 3 miliar kubik air dengan volume efektif sebesar 2,6 miliar kubik.

Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Air akan memukul susu – sudu dari turbin sehingga turbin berputar. Perputaran turbin ini di hubungkan ke generator. Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin Francis, Kaplan, Pelton, dll.

Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox. Memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet didalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC.

Travo digunakan untuk menaikan tegangan arus bolak balik (AC) agar listrik tidak banyak terbuang saat dialirkan melalui transmisi. Travo yang digunakan adalah travo step up.

Transmisi berguna untuk mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah – rumah atau industri. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi dengan travo step down.

Pembangkit listrik tenaga air konvensional bekerja dengan cara mengalirkan air dari dam ke turbin setelah itu air dibuang. Saat ini ada teknologi baru yang dikenal dengan pumped-storage plant .


pumped-storage plant memiliki dua penampungan yaitu:
  • Waduk Utama (upper reservoir) seperti dam pada PLTA konvensional. Air dialirkan langsung ke turbin untuk menghasilkan listrik.
  • Waduk cadangan (lower reservoir). Air yang keluar dari turbin ditampung di lower reservoir sebelum dibuang disungai.


Pada saat beban puncak air dalam lower reservoir akan di pompa ke upper reservoir sehingga cadangan air pada Waduk utama tetap stabil.

Sumber: Kimpraswil, wikipedia, Wvic

Sabtu, 06 Februari 2010

Jenis jenis Pembangkitan Energi Listrik

Pada saat ini pembagkitan energi listrik sangat diperlukan untuk meningkatkan sumber daya pada sistem ketenaga listrikan, dengan daya yang tinggi maka makin banyak beban yang dapat di suplai.

Fungsi utama pembangkitan adalah mengubah energi mekanik yang bersumber dari energi primer menjadi energi listrik.

Adapun mengenai jenis-jenis pembangkitan adalah :
  1. Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
  2. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
  3. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)
  4. Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
  5. Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)
  6. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
  7. Pusat Listrik Tenaga Angin
  8. dll
Jenis-jenis pembangkitan masih banyak jika dilihat dari sumber energi primer yang ada. Contoh beberapa pembangkitan yang masih di perkembangkan adalah energi biomasa, energi angin, limbah kayu, angin, gelombang laut, dsb.

Rabu, 03 Februari 2010

Blog terlengkap mengenai kelistrikan

Disini blog lengkap mengenai kelistrikan, jadi enjoy aja ya

Kamus Listrik Rangking

 

Site Info


Google Sitemap Generator
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Engineering Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Kamus Listrik Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template