Tampilkan postingan dengan label Pengukuran Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengukuran Listrik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Maret 2010

Tips untuk kepresisian yg tinggi

Berikut adalah cara-cara yang di gunakan untuk memperoleh data hasil pengukuran dengan kepresisian yang tinggi adalah :

  1. Tahanan kawat penghubung. Dalam hal ini diusahakan sependek mungkin kawat/penghantar yang digunakan. Kita ketahui bahwa tiap penghantar listrik selalu mempunyai tahanan berbanding lurus dengan panjang penghantar.
  2. Efek ThermoElektric yaitu adanya g.gl akibat panas (thermokopel). untuk mengurangi dilakukan dengan membalik polaritas sumber. jadi pengukuran yang baik selalu dalam keadaan seimbang walaupun polaritas keduanya sama besarnya di balik.
  3. Perubahan besar tahanan akibat panas. Setiap tahan memiliki koefisien tahanan temperatur masing-masing. Sebagai contoh penghantar tembaga , setiap perubahan temperatur sebesar 1 derajat celcius terjadi perubahan tahanan sebesar 0,4%.
  4. Tahanan kontak. kesalahan ini terjadi pada sistem kontak yang tidak baik, lebih pengukuran menggunakan kotak tahanan (dial resistance box). Kesalahan yang terjadi tiap kotak dapat mencapai 0,003 ohm yang berarti bila dipakai 5 kontak terjadi kesalahan 0,015 ohm.

Pengukuran Tahanan Sedang Dengan metoda Substitusi

Metoda pengukuran ini menggunakan cara yang sangat sederhana, adapun gambarnya adalah sbb :











Metoda ini sangat sederhana dengan mempunyai ketelitian yang tinggi. Masa;ah yang memperngaruhi pengukuran adalah tegangan sumbu di usahakan konstan selama pengukuran.
Sistem ini banyak di pakai pada system jembatan atau pada pengukuran system bola-balik frekuensi tinggi.

Prosedur pengukurannya adalah sbb :
  1. Pada posisi 1 atau tahanan R agar amperemeter menentukan skala tertentu.
  2. R di pincah ke posisi 2, dengan R tetap seperti di atas atau tahan standard 2 sehingga amperemeter menunjukan arus sebelumnya.
  3. Harga R = S

Pengukuran Tahanan sedang menggunakan Voltmeter - Amperemeter

Pengukuran tahanan sedang menggunakan Voltmeter - Amperemeter, diagram ukurnya seperti di bawah ini :























Dalam pengukuran ini akan di dapatkan harga :








Akan tetapi harga sebenarnya bukan R akan tetapi harus perlu di koreksi tergantung dari rangkaiannya.

Untuk Gambar a , jika Ra adalah tahanan amperemeter , maka :





















Untuk gambar b, dapat di turunkan sbb :

aaa

Sabtu, 27 Februari 2010

Cara Pengukuran Tahanan Kecil ( kurang dari 1 ohm) pada Kabel/Penghantar Listrik

Berdasarkan posting sebelumnya mengenai pengukuran tahanan mengenai jenis tahanan-tahan, berikut akan di jelaskan mengenai cara pengukuran tahanan kecil yaitu < 1 ohm. Pengukuran tahanan kecil perlu memakai sistem yang teliti, karena kesalahan tahanan yang kecil seperti : tahan kawat-kawat penyambung, tahanan kontak dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

Kesalahan sebesar 0,005 ohm pada pengukuran tahanan sedang 100 ohm tidak sangat berarti di bandingkan bila tahanan yang diukur 0,2 ohm.

Metode yang dapat digunakan untuk tahanan kecil adalah :
  1. Metoda Voltmeter-Ampermeter.
  2. Jembatan Thomson.
  3. Potensiometer

1. Metoda Voltmeter-Ampermeter.


Metode ini menggunakan prinsip tegangan jatuh dari suatu konduktor yang dialiri arus. Untuk itu di [erlukan 4 terminal, yaitu 2 terminal untuk arus dan 2 terminal untuk tegangan. Perhatikan gbr di bawah ini :



















Tahanan yang diukur pada ganbar diatas biasanya sepotong kabel/kawat penghantar listrik, untuk di ketahui tahanan persatuan panjangnya untuk diameter tertentu.

I = Arus kerja/arus yang mengalir melalui amperemeter
Iv = Arus yang mengalir melalui voltmeter
V = Tegangan yang di tunjukan voltmeter
Rv = tahanan dalam voltmeter
Rp = tahanan pengukuran = V / I
IR = arus yang melewati tahanan yang diukur.

maka :
















untuk tahanan kecil umumnya :




2. Jembatan Thomson

Prinsip jembatan Thomson hampir sama dengan jembatan Wheatstone, hanya saja untuk mencapai keseimbangan lebih diperhalus beda tegangannya. Rangkaian dari jembatan Thomson dapat dilihat pada gambar berikut :























Bila di lihat pada titik referensi yang sama yaitu a, maka :

Pengukuran Tahanan Kabel/Penghantar Listrik

Pengukuran tahanan suatu penghantar/isolasi listrik sangat berguna untuk menentukan kualitas dari penghantar/isolasi listrik tersebut. Dengan di ketahuinya tahanan penghantar berarti dapat menentukan rugi-rugi energi yang dapat terjadi selama penghantar listrik tersebut dilalui arus listrik, serta dapar di tentukan besar tegangan jatuh yang terjadi. Penghantar yang baik memiliki koefisien resistivitas yang kecil.

Sampai dengan saat ini jenis penghantar yang banyak dipakai adalah tembaha dan aluminium. Karena dari dua jenis logam tersebut memiliki koefisien resistivitas yang kecil. kelemahan dari logam tersebut adalah memiliki daya tarik yang kecil.

Oleh karena itu jenis penghantar untuk saluran transmisi di beri tambahan kekuatan tari dari baja yang di sebut ACSR (Alumunium Cable Steel Reinforce).

Beda halnya dengan Isolasi, Isolasi di buat dengan nilai resistivitas di usahakan sangat besar, sehingga menahan tegangan kerja dengan baik agar tidak tembus yang menyebabkan kerugian/keamanan.

Dalam sistem tenaga listrik dikenal berbagai macam tahanan, maka dalam pengukurannya memiliki cara yang berbeda juga. Prinsip pengukuran tahanan kecil sangat berbeda dengan pengukuran untuk tahanan besar.

Klasifikasi besarnya tahanan adalah :
  1. Tahanan kecil yaitu tahanan yang besarnya lebih kecil dari 1 ohm.
  2. Tahanan sedang, yaitu tahanan yang bersarnya antara 1ohm s/d 100.000 ohm.
  3. Tahanan besar, yaitu tahanan yang besarnya lebih besar dari 100.000 ohm.

Rabu, 03 Februari 2010

Blog terlengkap mengenai kelistrikan

Disini blog lengkap mengenai kelistrikan, jadi enjoy aja ya

Kamus Listrik Rangking

 

Site Info


Google Sitemap Generator
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Engineering Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Kamus Listrik Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template