Tampilkan postingan dengan label System Proteksi Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label System Proteksi Listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

Tips Pemilihan MCB dan Cara pemasangannya.



Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal :


1.Standar
- SPLN 108 / SLI 175, bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan – kapasitas pemutusan rendah)- IEC 60947-2, bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri - kapasitas pemutusan tinggi

2.Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubungsingkat pada titik instalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang. Pada diagram garissuatu sistem, disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di sampingarus pengenal pemutus tenaga yang digunakan.

3.Arus pengenal
Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yangdilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel.

4.Tegangan
Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama dengantegangan sistem.

Ketentuan pemasangan MCB:
MCB harus menyertakan fixed unadjustable time/current tripping characteristic yang dikalibrasi berdasarkan Standard Internasional/B.S 3871 Bagian 1 pada temperatur 40derajat Celcius. Kemampuan-kemampuan lainnya harus seperti yang ditentukan untuk MCCB. Semua sirkuit MCB yang melindungi sirkuit luar harus yang otomatis dandilengkapi dengan pelindung yang sesuai terhadap beban lebih dan hubung singkat.Kapasitas pemutusan hubung singkat dari circuit breaker tidak boleh kurang dari tingkatkesalahan yang terjadi maksimum di titik dimana sirkuit tersebut bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberian jenis circuit breaker yang tepat untuk perlindungan jenis sirkuityang berbeda. MCB masuk dari panel-panel distribusi dimana feeder
dipasang denganmeteran listrik PLN harus dari jenis yang diizinkan oleh PLN

Definisi, Jenis dan Cara Kerja MCB


MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan suatu rangkaian apabila adaarus yamg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik yang melebihi kemampuan. Misalnyaadanya konsleting dan lainnya. Pemutus tenaga ini ada yang untuk satu phase dan ada yanguntuk 3 phase. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phase yang disusunmenjadi satu kesatuan. Pemutus tenaga mempunyai 2 posisi, saat menghubungkan makaantara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak.

MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB menggunakan satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll.  MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut
Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).

contoh
Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :
6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB :
  1. Membatasi Penggunaan Listrik
  2. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )
  3. Mengamankan Instalasi Listrik
  4. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik
Jenis-Jenis MCB

Berdasarkan waktu pemutusannya, pengaman-pengaman otomatis dapat terbagi atas:

1. Otomat-L (Untuk Hantaran)
Pada Otomat jenis ini pengaman termisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhuhantaran. Apabila terjadi beban lebih dan suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu,elemen dwi logamnya akan memutuskan arusnya. Kalau terjadi hubung singkat, arusnyadiputuskan oleh pengaman elekromagnetiknya. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4In-6 In dan arus searah yang sama dengan 8 In pemutusan arusnya berlangsug dalam waktu0.2 detik.

2. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah)
Secara termis jenis ini sama dengan Otomat-L. Tetapi pengaman elektromagnetiknyamemutuskan dalam waktu 0,2 sekon, jika arusnya sama dengan 2,5 In–3 In untuk arus bolak- balik atau sama dengan 4 In untuk arus searah. Jenis Otomat ini digunakan untuk instalasirumah. Pada instalasi rumah, arus gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengancepat. Sehingga jika terjadi gangguan tanah, bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan.

3. Otomat-G
Jenis Otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau arus searah, alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk  penerangan, misalnya penerangan pabrik. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8In-11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In untuk arus searah. Kontak-kontak sakelarnyadan ruang pemadam busur apinya memiliki konstruksi khusus. Karena itu jenis Otomat inidapat memutuskan arus hubung singkat yang besar, yaitu hingga 1500 ampere.

Cara kerja MCB

1. Thermis
; Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logamyang koefisien jenisnya berbeda. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal)dan dihubungkan dengan kawat arus. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arusnominal yang diperkenankan maka bimetal tersebut akan melengkung dan memutuskanaliran listrik.
2. Magnetik
; Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis. Semakin besar arushubung singkat, maka semakin besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehinggalebih cepat memutuskan rangkaian listrik dan gagang operasi akan kembali ke posisi off .Busur api yang terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat, tempat busur apidipisahkan, didinginkan dan dipadamkan dengan cepat

Minggu, 03 April 2011

KONDUKTOR, ISOLATOR DAN SEMIKONDUKTOR

Bahan - bahan yang berhubungan dengan arus listrik dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :


1. Bersifat Konduktor
2. Bersifat Isolator
3. Bersifat Semikonduktor


Penjelasannya :

1. Bahan - bahan yang bersifat konduktor ialah bahan - bahan yang mudah mengalirkan arus listrik jika dihubungkan dengan sumber tegangan.
Misalnya : tembaga, besi, emas, dll
dari bahan - bahan yang paling bagus untuk mengalirkan arus listrik adalah EMAS.
karena pada bahan konduktor mempunyai banyak sekali elektron bebas, yang paling banyak elektron bebasnya adalah emas.



2. Bahan - bahan yang bersifat isolator ialah bahan - bahan yang akan menghambat arus listrik bila dihubungkan dengan sumber tegangan.
Misalnya : gelas, kaca, karet, kayu, dll
kenapa tidak dapat menghantarkan arus listrik ?

karena dalam bahan yang bersifat isolator seluruh lintasan elektronnya memiliki ikatan yang kuat dengan intinya atau dengan kata lain pada bahan isolator tidak mempunyai elektron bebas sehingga walau diberi tegangan listrik tidak akan membuat elektron - elektronnya bergerak.


3. Bahan - bahan yang bersifat semikonduktor ialah bahan - bahan yang pada kondisi tertentu akan bersifat sebagai isolator dan pada kondisi lain akan bersifat sebagai konduktor
Misalnya : germaniun, silicon, dll

kapan bahan - bahan semikonduktor dapat bersifat isolator dan bersifat konduktor ?

Bahan - bahan tersebut akan bersifat isolator jika dalam temperatur yang rendah.

Bahan - bahan tersebut akan bersifat konduktor jika dalam temperatur tinggi.

menggapa demikian ?

karena dalam temperatur rendah seluruh lintasan elektron terisi penuh oleh elektron, dan ketika dalam temperatur tinggi karena pada temperatur yang tinggi akan ada ikatan - ikatan yang pecah sehingga menyebabkan adanya elektron - elektron bebas.

Sumber : http://www.listrik.jw.lt/

Kamis, 26 Agustus 2010

Kunci Utama Kelistrikan

Berikut adalah kata kunci untuk kelistrikan di blog ini :
  1. nomenklatur kabel.
  2. sistem proteksi untuk keselamatan listrik.
  3. cara mengakali meteran listrik.
  4. tanah memiliki resistansi.
  5. pengertian elektron dan proton.
  6. bloom energy.
  7. cara baca satuan besaran listrik PLN.
  8. lambang satuan listrik.
  9. jenis kabel listrik download.
  10. bentuk gelombang sinyal listrik ac.
  11. fungsi elektron,proton,dan neutron .
  12. bentuk gelombang sinyal listrik ac.
  13. nomenklatur kabel.
  14. lambang besaran listrik.
  15. jenis jenis relay proteksi pada trafo distribusi.
  16. relay tegangan kurang.
  17. metoda CT (current transformer) di kwh meter.
  18. simbol biaya rekening listrik.
  19. cara membaca satuan angka meteran listrik.
  20. download nama simbol satuan fisika.

Selasa, 30 Maret 2010

Proteksi Kejut Listrik

Proteksi kejut listrik harus di berikan dengan penerapan tindakan yang sesuai, yaitu :
  1. Proteksi dari sentuh langsung atau proteksi dalam pelayanan normal, maupun proteksi dari sentuh tak langsung atau proteksi dalam kondisi gangguan.
  2. Proteksi sentuh langsung atau proteksi dalam pelayanan normal
  3. Proteksi dari sentuh tak langsung atau proteksi dalam kondisi gangguan.

Senin, 08 Maret 2010

Pemutus Daya (PMT) Tenaga Listrik berdasarkan Penggerak dan Kontol gerak.

Pada posting sebelumnya di jelaskan jenis-jenis PMT berdasarkan cara pemadaman api / bunga api.

Berikut akan dijelaskan jenis2 berdasarkan penggerak pemutus daya nya, yaitu :
  • Pemutus daya tenaga angin.
  • Pemutus daya tenaga pegas
  • Pemutus daya tenaga Elektromagnetik
Berdasarkan pengontrolannya, Pemnutus tenaga (PMT) di bagi menjadi :
  • Pemutus daya manual.
  • Pemutus daya remote kontrol.
Mengenai kapasitan Pemutus Daya (PMT) di bagi menjadi :
  • Kapasitas tegangan adalah tegangan maksimum yang diijinkan
  • Kapasitas arus adalah arus beban maksimum yang di inginkan
  • Makin capacity adalah arus yang diijikan yang besarnya sekitar 2,5 kali arus hubung singkatnya
  • Breaking capacity adalah kemampuan alat terhadap hubung singkat, biasanya dinyatakan dalam kA atau MVA

Pemutus Daya (PMT) Tenaga Listrik berdasarkan Pemadaman api

Pemutus daya (PMT) sangat perlu untuk menjamin keberlangsungan tenaga listrik, juga dapat di gunakan sebagai proteksi tenaga listri untuk memelihara ketenagalistrikan.

Berdasarkan pengertuannya Pemutus Daya (PMT) yaitu suatu alat yang digunakan untuk membuka atau menutup suatu rangkaian listrik dalam keadaan normal ataupun abnormal / gangguan.

Berdasarkan cara pemadaman bunga api, pemutus daya dapat di bagi menjadi :

1. Oil Circuit Breaker.

Media pemadaman pada OCB ini adalah minyak yang berfungsi sebagai isolasi. Pemutus ini dapat di bagi kembali menjadi :
  • Bulk Oil Circuit Breaker. Pemutus daya jenis ini memiliki jumlah minyak yang banyak.
  • Low Oil Content Circuit Breaker. Pemutus daya dengan jumlah minyak yang sedikit.
2. Pemutus daya dengan pemadaman bunga magnetis.

Sifat bunga api akan tertolak jika didekatkan pada suatu medan magnet. karena adanya tolakan ini maka panjang ktritis bunga api akan terlampaui dan bunga api akan padam.

3. Pemutus Daya Semburan Udara.

Pemadaman bunga api ini dilakuakn dengan menghembuskan udara atau tiupan udara.
  • Udara bertekanan didapat dari fuffer yang di gerakan mekanisme circuit breaker.
  • Udara bertekanan tinggi didapat dari kompresor yang ditampung dalam tangki.
4. Pemutus daya Tanduk.

Pemutus jenis ini mempunyai kontak utama dan kontak bantu yang berbentuk tanduk. kontak pertama akan terbuka terlebih dahulu sedang kontak bantu masih tetap terhubung. Selanjutnya kontak bantu terbuka dan terjadi loncatan bunga api antara kontak bantunya. Udara disekitar bunga api menjadi panas dan terjadilah aliran udara ke atas.

Karena bentuknya seperti tanduk maka, makin keatas makin jauh dan bunga api akan semakin panjang dan melampaui panjang kritisnya, kemudian padam. Pemutus dayya semacam ini digunakan sampai tegangan 30 kV terutama pada jaringan Over Head dan lokasinya bukan lokasi hazardous.

5. Pemutus daya Gas (SF-6)

Pemutus daya yang menggunakan gas SF-6 untuk memadamkan bunga api yang terjadi selama pemutusan/penutupan.

Pemutus daya jenis lainnya

Jumat, 19 Februari 2010

Jenis Proteksi Listrik Untuk Keselamatan

Proteksi untuk keselamatan sangat di perlukan dalam instalasi listrik, hal apa saja yang digunakan adalah :
  1. Proteksi dari kejut listrik
  2. Proteksi dari efek termal
  3. Proteksi dari arus lebih
  4. Proteksi dari tegangan lebih, (petir)
  5. Proteksi dari tegangan kurang
  6. pemisahan dan penyaklaran.
Tujuan proteksi penyelamatan ini adalah untuk melindungi manusia, ternak dan harta benda.

Penjelasan dari masing-masing lihat post selanjutnya.

Sabtu, 06 Februari 2010

Fungsi Utama Relay Proteksi Listrik

Sistem tenaga listrik banyak sekali mengalami gangguan yang sesungguhnya merupakan peristiwa hubung singkat yang dapat merusak peralatan.

Untuk melindungi terjadinya kerusakan yang di sebabkan gangguan tadi, maka di gunakan alat-alat pengaman. alat pengaman yang banyak di gunakan adalah Relay Proteksi yang memiliki fungsi utama sbb :
  • Membunyikan alarm untuk memberitahukan operator, atau menutup rangkaian tripping dari CB supaya bagian yang terganggu/sumber gangguan dapat dilepaskan dari sistem yang seat, guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
  • Melepaskan bagian-bagian yang terganggu operasinya, guna mencegah terjadinya kerusakan.
  • Melepaskan sumber gangguan dengan cepat dan tepat, supaya bagian-bagian yang baik dapat tetap beroperasi secara normal.
  • Melepaskan sumber gangguan secepat-cepatnya, supaya kestabilan sistem dan kelangsungan penyaluran daya tetap terjamin.
Penempatan Relay proteksi di klasifikasikan menjadi :
  1. Pengaman Generator
  2. Pengaman Saluran Transmisi
  3. Pengaman Transformator
  4. Pengaman sistem Distribusi
Berdasarkan bentuknya adalah :
  1. Relay Mekanik
  2. Relay Elektromekanik, relay ini memiliki kecepatan sangat baik di bandingkan dengan relay mekanik.
Jenis-jenis Relay proteksi

Jenis Jenis Relay Proteksi dan fungsinya

Sistem proteksi memiliki komponen utama yaitu Relay, jenis-jenis relay ini dapat di gunakan pada system pembangkitan, transmisi tenaga listrik, system distribusi dll.

Adapun jenis-jenisnya adalah sbb :


No

Nama Relay

Fungsi Relay

1

Relay jarak (distance relay)

Untuk mendeteksi gangguan 2 fasa atau 3 fasa di muka generator sampai batas jangkauannya.

2

Relay periksa sinkron

Pengaman Bantu generator untuk mendeteksi persaratan sinkronisasi (parallel).

3

Relay tegangan kurang (under voltage relay)

Mendeteksi turunnya tegangan sampai dibawah harga yang di izinkan (relay ini bekerja apabila sebelum rele loss of field bekerja)

4

Relay daya balik (reverse power relay)

Untuk mendeteksi daya balik, sehingga mencegah generator bekerja sebagai motor.

5

Relay kehilangan medan penguat

Untuk mendeteksi kehilangan medan penguat generator.

6

Relay fasa urutan negatif

Untuk mendeteksi arus urutan negatif yang disebabkan oleh beban tidak seimbang pada batas-batas yang tidak diizinkan

7

Relay arus lebih seketika (over current relay instanteneous)

Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas yang ditentukan dalam waktu seketika.

8

Relay arus lebih dengan waktu tunda (time over current relay)

Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas dalam waktu yang diizinkan.

9

Relay penguat lebih (over excitation relay)

Untuk mendeteksi penguat lebih pada generator.

10

Relay tegangan lebih

1. bila terpasang di titik netral generator atau trafo tegangan yang di hubungkan segitiga terbuka untuk mendeteksi gangguan stator hubungan tanah.

2. bila terpasang pada terminal generator untuk mendeteksi tegangan lebih.

11

Relay keseimbangan tegangan (voltage balanced relay)

Untuk mendeteksi hilangnya tegangan dari trafo tegangan pengatur tegtangan otomatis (AVR dan relay).

12

Relay waktu (time delay)

Untuk memperlambat waktu.

13

Relay stator gangguan tanah (stator ground fault relay)

Untuk mendeteksi kondisi a sinkron pada generator yang sudah paralel dengan sistem.

14

Relay kehilangan sinkronisasi (out of step relay)

Untuk mendeteksi kondisi a sinkron pada generator yang sudah paralel dengan sistem.

15

Relay pengunci (lock out relay)

Untuk menerima signal trip dari relay-relay proteksi dan kemudian meneruskan signal trip ke PMT, alarm dan peralatan lain serta mengunci.

16

Relay frekuensi (frekuensi relay)

Mendeteksi besaran frekuensi rendah/lebih di luar harga yang diizinkan.

17

Relay diferensial (diferensial relay)

Untuk mendeteksi gangguan hubungan singkat pada daerah yang diamankan.


Rabu, 03 Februari 2010

Blog terlengkap mengenai kelistrikan

Disini blog lengkap mengenai kelistrikan, jadi enjoy aja ya

Kamus Listrik Rangking

 

Site Info


Google Sitemap Generator
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Engineering Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Kamus Listrik Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template